"" Parenting: BOHONG

BOHONG

Ayah dan ibuku tak pernah mengajarkan kebohongan kepadaku sejak kecil .  Kebohongan itu tak baik dan tak bisa ditolerir, kata ibuku.  Jika engkau sekali berbohong, maka engkau akan masuk dalam kubang atau lubang kebohongan yang pertama dan seterusnya.  Kebohongan hanya akan melahirkan kebohongan lain, begitu kata ibuku.

Aku tentu tunduk dengan apa yang dikatakannya. Namun, suatu hari ketika aku SMP, ada suatu film dewasa yang berjudul "Rome and Juliet ".   Aku dan teman mainku, yang juga tetanggaku sangat ingin menonton film itu. Padahal umurku belum mencapai 17 tahun ke atas.  Larangan itu makin menggodaku bersama temanku itu. Mencari akal agar aku diperbolehkan nonton.   Aku minta izin kepada orangtua untuk menonton film drama anak-anak.   Tentu jam pertunjukkan film anak sengaja dimulai pukul 15.00 dan akan berakhir 17.00  Namun, aku dan temanku baru pulang pukul 19.00 .   Ibuku sangat mengkhawatirkan kepergianku. Dicarinya di bioskop yang kuberitahukan. Tidak menemukan.

Pada jam 19.30, kami mengendap-endap pulang ke rumah dengan rasa takut dan bersalah. Begitu kami muncul, ternyata ibu sudah siap menemuiku.  Pertanyaan pertama yang sangat menyambar hatiku "Film drama anak-anak  sudah berubah jadi Romeo & Juliet. Bagaikan disambar petir di siang hari bolong, aku terdiam.  Dimana dan kenapa ibu bisa mengetahuinya?

O, ternyata ibuku sudah menjadi seorang FBI. Dia menemui tukang becak yang mengantarkanku bersama temanku.  Dengan mengetahui bioskop itu, ibuku langsung dapat mengetahui film apa yang sedang diputar di sana.

Ach, serasa ditampar pipiku.  Aku mendapat amarah yang besar dari ibu.   Berbohong sekali dalam seumur hidup, menjadi sandungan diriku, tak dipercayai lagi...

Inilah pelajaran penting dalam kebohongan. Nilai suatu kebohongan itu pasti akan terbongkar, cepat atau lambat.