"" Parenting: Februari 2014

MENGENAL LEBIH DALAM ANAKKU

Pertanyaan aneh jika seorang ibu tak mengenal anaknya.  Ini juga terjadi pada diriku. Awal mulanya tak percaya bahwa aku sebenarnya tak mengenal anakku.  Bagaimana ini bisa terjadi?  Aku setiap hari ketemu dengannya, walaupun pada saat itu aku bekerja, tetapi begitu pulang kerja, aku langsung mengasuh anakku, mendongeng dan tidur bersama anakku.  Tiap cuti, aku selalu bersamanya, bercanda, mengantar sekolah , menatapnya, bermain dan bercanda, bersama-sama mendengarkan musik kesayangannya.

Rasanya tak ada yang tak kukenal diri anakku. Semuanya kukenal, phisiknya dari awal hinggal menjadi gempal, besar dan tumbuh menjadi gadis kecil.

Tapi suatu hari , anakku bingung menentukan untuk memastikan apakah dia memilih bidang sosial atau matematik/fisika/biologi.   Keduanya ada yang disukainya ada yang tak disukainya.  Aku sendiri ikut bingung karena tak mudah kuketahui pelajaran apa yang tak disukai dan disukai, di semua pilihan itu ada yang tak disukai. Pilihan yang sangat krusial , jika salah pilih bisa fatal pikirku.

Akhirnya, aku memutuskan untuk mencoba bertanya kepada seorang grapfolog.  Aku dan anakku mengirimkan tulisan kami. Seminggu kemudian kami mendapat hasil dari analisa dari grafolog itu.  Kami masing-masing membaca laporan itu, lalu kami bertukar . Aku membaca kepunyaan anakku. Anakku membaca kepunyaanku.   Terkaget-kaget dan rasa tak percaya apa yang ditulisnya.  Tetapi ada fakta kebenaran di sana. Aku memang tak mengenal anakku secara ke seluruhan. Secara phisik kukenal dia, tetapi secara pribadi, aku belum mengenalnya.  Benturan demi benturan sering terjadi. Aku tak mengenalnya karena aku tak mengetahui jalan pikirannya. Ternyata bukan begitu, tetapi karena aku tak mengenal kepribadinnya.  Salah satunya adalah dirinya yang penuh dengan perasaan halus. Aku tak tahu ini. Sehingga dalam komunkasi aku sering menggunakan kata keras, pedas jika ia dalam kondisi yang tak baik. Seharusnya aku tak menggunakan emosi pada saat dia sedang dalam kondisi down. Kata-kata dan komunikasi yang baik akan terjalin dan hubungan bisa lebih baik.

Sejak saat itu aku makin mengenal dirinya seutuhnya. Bukan hanya sebagai individu di depanku, tetapi sebagai anak yang mempunyai kelemahan dan kekuataan . Mengenalnya berarti juga memahami semua yang ada dalam dirinya. Aku tak lagi memandang kelemahannya sebagai kelemahan dirinya. Tetapi juga kelemahan itu harus dibuat menjadi kekuataan bagi dirinya.  Semoga aku bisa membimbingmu sampai engkau sudah siap..................
Read More

BOHONG

Ayah dan ibuku tak pernah mengajarkan kebohongan kepadaku sejak kecil .  Kebohongan itu tak baik dan tak bisa ditolerir, kata ibuku.  Jika engkau sekali berbohong, maka engkau akan masuk dalam kubang atau lubang kebohongan yang pertama dan seterusnya.  Kebohongan hanya akan melahirkan kebohongan lain, begitu kata ibuku.

Aku tentu tunduk dengan apa yang dikatakannya. Namun, suatu hari ketika aku SMP, ada suatu film dewasa yang berjudul "Rome and Juliet ".   Aku dan teman mainku, yang juga tetanggaku sangat ingin menonton film itu. Padahal umurku belum mencapai 17 tahun ke atas.  Larangan itu makin menggodaku bersama temanku itu. Mencari akal agar aku diperbolehkan nonton.   Aku minta izin kepada orangtua untuk menonton film drama anak-anak.   Tentu jam pertunjukkan film anak sengaja dimulai pukul 15.00 dan akan berakhir 17.00  Namun, aku dan temanku baru pulang pukul 19.00 .   Ibuku sangat mengkhawatirkan kepergianku. Dicarinya di bioskop yang kuberitahukan. Tidak menemukan.

Pada jam 19.30, kami mengendap-endap pulang ke rumah dengan rasa takut dan bersalah. Begitu kami muncul, ternyata ibu sudah siap menemuiku.  Pertanyaan pertama yang sangat menyambar hatiku "Film drama anak-anak  sudah berubah jadi Romeo & Juliet. Bagaikan disambar petir di siang hari bolong, aku terdiam.  Dimana dan kenapa ibu bisa mengetahuinya?

O, ternyata ibuku sudah menjadi seorang FBI. Dia menemui tukang becak yang mengantarkanku bersama temanku.  Dengan mengetahui bioskop itu, ibuku langsung dapat mengetahui film apa yang sedang diputar di sana.

Ach, serasa ditampar pipiku.  Aku mendapat amarah yang besar dari ibu.   Berbohong sekali dalam seumur hidup, menjadi sandungan diriku, tak dipercayai lagi...

Inilah pelajaran penting dalam kebohongan. Nilai suatu kebohongan itu pasti akan terbongkar, cepat atau lambat.
Read More

"PEMBERIAN TAK SELALU BAIK BAGI PENERIMA"

Orangtua sering berpikir memberikan sesuatu kepada anak, pasti sangat membahagiakan anak.  Ternyata tak semua pemberian bisa membahagian anak.  Belum tentu.   Mengapa?  Pasalnya orangtua seringkali hanya berpikir memberikan sesuatu "menurut cara berpikirnya" bukan "cara berpikir anaknya atau penerimanya".

Aneh, tentu hal itu tak pernah terjadi jika pengalaman yang saya dan suami sebagai orangtua tidak mengalaminya.

Anak sedang melakukan magang di suatu kantor.  Dia harus membuat video untuk suatu promosi perusahaan. Tehnik pembuatan video berdasarkan 3D.   Mendengar adanya pembuatan itu, sebagai orangtua, suami saya langsung mencari informasi tentang pembuatan video.  Setelah mendapatkan informasi, suami mencari bukunya.  Bukunya itu cukup mahal. Tapi mahalnya tak menjadi soal karena cinta orangtua memang tak memandang harga.  Bagi suami saya, membelikan dan memberikan buku adalah suatu hal yang tak ternilai harganya dibandingkan dengan harga buku itu sendiri.  Begitu besarnya semangat untuk memberi sampai segala persiapan dari pembelian sampai pengiriman pun dilakukan sendiri.

Tapi sayang seribu sayang, pengiriman buku yang disangkanya akan lebih aman, nyaman dan cepat ternyata menjadi bumerang bagi anak. Pengiriman buku gagal diterima karena kebetulan anak tidak di apartemen. Hanya sebuah catatan kecil yang menyatakan kurir telah datang, dan akan datang lagi.

Agak panik, bagaimana cara memberitahukan kepada perusahaan kurir agar pengiriman dapat diterima.  Berbagai kendala , ada aktivitas di luar apartemen, tapi harus tunggu kurir datang. Menghubungi customer service, ternyata tak banyak membantu. Tetap harus "stay at your apartment", ternyata sangat tidak enak menunggu sesuatu yang belum pasti.

Yang pasti pemberian itu bukan sesuatu yang enak bagi anak saya.  Assertive memberikan feedback bagi kami, lain kali pemberian buku itu sebaiknya dibeli saja di Melbourne tidak perlu dikirim karena menimbulkan kerepotan yang seharusnya tak perlu.
Read More

Memperkenalkan Konsep Pertemanan Kepada Anak

Norma kehidupan perlu diajarkan kepada anak. Sekian banyak nilai yang ditanamkan, lebih baik mengajarkan dasar-dasar pertemanan yang sangat menarik.

Caranya sederhana dan mudah apalagi sebagai orangtua harus memberikan contoh kepada anak-anak.

1. Ikut Bermain
    Terlibat bermain dengan anak baik indoor maupun outdoor.  Tentu sangat mengasyikan jika kegiataan
    diikuti bersama-sama antara anak dan orangtua. Permainan yang menunjukkan kebersamaan akan
     menumbuhkan nilai kebersamaan, belajar bersikap sportif, fairplay, menerima kekalahan, mengakui
     kemenangan orang lain, berbagai  dan menumbuhkan rasa kebersamaan sebagai teamwork.

2. Bangun kesempatan sosialisasi.
    Carikan teman sebaya dan dorong untuk berinteraksi .Untuk menciptakan kesempatan, dibutuhkan
    kesabaran dan tekat.  Orangtua menjadi perantara untuk mengawali pertemanan antara anak dan
    temannya. Setelah terjalin, barulah mereka dapat bersosialisasi secara alami.

3.Bangun kepercayaan diri
   Sejak kecil anak diberikan kesempatan atau dorongan, motivasi untuk berani tampil diri , di depan
   kelas serta suka rela mengambil peran dalam kelas,bernyanyi, bercerita menjadi petugas piket.
   Orangtua bekerja sama dengan guru untuk memberikan motivasi keberanian kepada anak.

4. Jalin komunikasi
    Terus menerus dilakukan dengan anak tanpa paksaan.Ajak anak untuk bercerita, pengalaman
    dilakukan waktu senggang seperti seusai makan malam atau menjelang tidur.
Read More

LAST LETTER



She jumped up as soon as she saw the surgeon come out of the operating room. She said: 'How is my little boy? Is he going to be all right? When can I see him?'
The surgeon said, 'I'm sorry. We did all we could, but your boy didn't make it.'

Sally said, 'Why do little children get cancer? Doesn't God care any more? Where were you, God, when my son needed you?'

The surgeon asked, 'Would you like some time alone with your son? One of the nurses will be out in a few minutes, before he's transported to the university.'

Sally asked the nurse to stay with her while she said good bye to son. She ran her fingers lovingly through his thick red curly hair. 'Would you like a lock of his hair?' the nurse asked. Sally nodded yes. The nurse cut a lock of the boy's hair, put it in a plastic bag and handed it to Sally.

The mother said, 'It was Jimmy's idea to donate his body to the University for Study. He said it might help somebody else. 'I said no at first, but Jimmy said, ' Mom , I won't be using it after I die. Maybe it will help some other little boy spend one more day with his Mom ' She went on, 'My Jimmy had a heart of gold. Always thinking of someone else. Always wanting to help others if he could.'

Sally walked out of Children's Mercy Hospital for the last time, after spending most of the last six months there. She put the bag with Jimmy's belongings on the seat beside her in the car.

The drive home was difficult. It was even harder to enter the empty house. She carried Jimmy's belongings, and the plastic bag with the lock of his hair to her son's room.

She started placing the model cars and other personal things back in his room exactly where he had always kept them. She lay down across his bed and, hugging his pillow, cried herself to sleep.

It was around midnight when Sally awoke.. Lying beside her on the bed was a folded letter. The letter said:

'Dear Mom ,

I know you're going to miss me; but don't think that I will ever forget you, or stop loving you, just 'cause I'm not around to say 'I Love You'. I will always love you, Mom , even more with each day. Someday we will see each other again. Until then, if you want to adopt a little boy so you won't be so lonely, that's okay with me. He can have my room and old stuff to play with. But, if you decide to get a girl instead, she probably wouldn't like the same things us boys do. You'll have to buy her dolls and stuff girls like, you know.
Don't be sad thinking about me. This really is a neat place. Grandma and Grandpa met me as soon as I got here and showed me around some, but it will take a long time to see everything. The angels are so cool. I love to watch them fly. And, you know what? Jesus doesn't look like any of his pictures. Yet, when I saw Him, I knew it was Him. Jesus himself took me to see GOD! And guess what, Mom ? I got to sit on God's knee and talk to Him, like I was somebody important. That's when I told Him that I wanted to write you a letter, to tell you good bye and everything. But I already knew that wasn't allowed. Well, you know what Mom ? God handed me some paper and His own personal pen to write you this letter I think Gabriel is the name of the angel who is going to drop this letter off to you. God said for me to give you the answer to one of the questions you asked Him 'where was He when I needed him?' 'God said He was in the same place with me, as when His son Jesus was on the cross. He was right there, as He always is with all His children.

Oh, by the way, Mom , no one else can see what I've written except you. To everyone else this is just a blank piece of paper. Isn't that cool? I have to give God His pen back now He needs it to write some more names in the Book of Life. Tonight I get to sit at the table with Jesus for supper. I'm sure the food will be great.

Oh, I almost forgot to tell you. I don't hurt anymore the cancer is all gone.. I'm glad because I couldn't stand that pain anymore and God couldn't stand to see me hurt so much, either. That's when He sent The Angel of Mercy to come get me. The Angel said I was a Special Delivery! How about that?

Signed with Love from God, Jesus & Me.

Read More