Sebagai contoh, banyak orangtua budaya timur tidak membiarkan anak belajar makan sendiri, terutama anak berusia 1-3 tahun, supaya tak mengotori meja makan atau lantai. Bahkan ada yang bilang jika makan sendiri anak tidak kenyang makannya karena dilakukan sambil bermain.
Apa pun anggapan orang, orangtua harus menocba menumbuhkan kemandirian anak sejak dini. Untuk itu, orangtua perlu berkreasi sambil memadukan dengan kedisiplinan dan keteraturan.
Berikut ini adalah langkah yang perlu dilakukan:
1. Buat Jadwal rutin setiap hari
Anak butuh rutinitas setiap hari agar mereka displin. Kekonsistenan inilah yang membuat mereka belajar
mandiri. Sejak dini, ajarkan untuk mematuhi jadwal harian secara sederhana.
Contoh: mandi,menggosok gigi,berganti baju,menyisir rambut dan sarapkan
Selipkan diantara jadwal harian adalah mengerjakan pekerjaan sekolah, rumah, istirahat.
2. Orangtua adalah panutan atau teladan anak.
Sebuah perumpamaan seorang anak sebagai spons yang mengisap cepat cairan, begitu pula otak anak
dalam menyerap berbagai hal baru di sekelilingnya. Tatkala mengajarkan kedisiplinan, jadikan diri anda
sebagai panutanbaik karena anak adalah peniru ulung.
Jika anak melihat Anda menunda-nunda pekerjaan, memilih menonton televisi daripada menyelesaikan
tugas mencuci priing, maka akan berdampak negatif. Kita sebagai orangtua harus memiliki kedisiplinan
dan keteraturan terlebih dahulu.
3. Ajarkan ketrampilan memecahkan masalah
Semua ada solusinya. Ajakarkan pada buah hati selain mendisiplinkan, juga memberi tugas serta peran.
Ajak untuk berdiskusi ketika akan berkunjung ke rumah kakek, menyumbang saran, memecahkan
masalah dan bisa bersemangat untuk masa depan.
4. Tunjukan rasa bangga pada anak
Setiap anak punya talenta yang unik. Talenda itu tak hanya kepandaian akademis atau ketrampilan
tertentu tetapi bisa juga berupa kepandaian si kecil bergaul, melucu , peduli dan menyenangkan orang
lain. BErikan pujian setiap kali anak menunjukkan talentanya.
Selamat melatih kemandirian anak!


