"" Parenting: November 2013

BEKAL MATANG UNTUK TANTANGAN MASA DATANG

Rasa bahagia dan bangga sebagai orangtua tentu tak harus menunggu prestasi besar dari sang buah hati lebih dulu. Pencapaian-pencapain sederhana yang terlihat sejak dini justru mampu menjadi pengingat orangtua bahwa setiap anak memiliki potensi diri yang masih bisa dikembangkan secara alami, tanpa ada pemaksaan.

Membiarkan potensi anak berkembang  secara alami bukan berarti orangtua melepaskan peran sebagai pendamping. Si kecil tetap membutuhkan penuntun dan pemberi bekal agar semakian siap dalam menghadapi masa depan.

BUKAN INSTAN

Kecerdasan dan perilaku bukanlah kemampuan anak yang terbentuk secara instan. Seribu hari pertama kehidupan yang berjalan sejak di dalam kandungan hingga usia dua tahun merupakan periode krtisi yang menjadi " masa awal yang menentukan" tumbuh kembang otak anak.

Kecerdasan dan perilaku si kecil membutuhkan proses bertahap dan berkesinambungan. Ini dimulai dari sejak buah hati mengalami perkembangan otak di dalam kandungan atau disebut 1.000 hari pertama. Masa 1.000 hari pertama adalah rentang waktu 280 hari sebelum kelahrian hingga 720 hari atau 2 tahun usia anak.

Pembentukan sirkuit otak sejak dari dalam kandungan akan menjadi penentu perkembangan otak di kemduian hari. Pemberian Gizi dalam kandungan , otak pun dapat berkembang menjadi lebih sempuran. Selain gizi , stimulasi dan pemberian pola asuh turut ambil andil bagi perkembangan si kecil.

Pola asuh anak melingkupi proses merawat anak, mengajarkan sosialisasi, komunkasi. Pola asuh dapat dibagi menjadi uninvolved , authroitive, authoritarian.

Orangtua tidak diharapkan mempunyai pola asuh yang dominan. Pola aush yang terllau indulgent menjadi sang anak manja, kurang dewasa, kurang teratur, egois,mudah menyerah dan tidak disiplin. Hindarilah memaksakan kehendak pada anak, sebaliknaya ajarkan berbagai hal dan kembangkan dialog dengan si kecil.

Berawal dari potensi genetik, asupan nutrisi berkualitas, serta stimulasi yang seimbang akan menjadi kunci keberhasilan pada masa periode kritis anak yang menentukan masa depan. Dengan demikian, anak menjadi lebih mandiri,percaya diri,multitalenta, dan tangguh menghadapi kompetisi.

Sosok inilah yang disebut Generasi Plantinum.  Mereka yang siap menghadapi masa depan dengan bekal fisih sehat dan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual.
Read More