"" Parenting: 2013

BEKAL MATANG UNTUK TANTANGAN MASA DATANG

Rasa bahagia dan bangga sebagai orangtua tentu tak harus menunggu prestasi besar dari sang buah hati lebih dulu. Pencapaian-pencapain sederhana yang terlihat sejak dini justru mampu menjadi pengingat orangtua bahwa setiap anak memiliki potensi diri yang masih bisa dikembangkan secara alami, tanpa ada pemaksaan.

Membiarkan potensi anak berkembang  secara alami bukan berarti orangtua melepaskan peran sebagai pendamping. Si kecil tetap membutuhkan penuntun dan pemberi bekal agar semakian siap dalam menghadapi masa depan.

BUKAN INSTAN

Kecerdasan dan perilaku bukanlah kemampuan anak yang terbentuk secara instan. Seribu hari pertama kehidupan yang berjalan sejak di dalam kandungan hingga usia dua tahun merupakan periode krtisi yang menjadi " masa awal yang menentukan" tumbuh kembang otak anak.

Kecerdasan dan perilaku si kecil membutuhkan proses bertahap dan berkesinambungan. Ini dimulai dari sejak buah hati mengalami perkembangan otak di dalam kandungan atau disebut 1.000 hari pertama. Masa 1.000 hari pertama adalah rentang waktu 280 hari sebelum kelahrian hingga 720 hari atau 2 tahun usia anak.

Pembentukan sirkuit otak sejak dari dalam kandungan akan menjadi penentu perkembangan otak di kemduian hari. Pemberian Gizi dalam kandungan , otak pun dapat berkembang menjadi lebih sempuran. Selain gizi , stimulasi dan pemberian pola asuh turut ambil andil bagi perkembangan si kecil.

Pola asuh anak melingkupi proses merawat anak, mengajarkan sosialisasi, komunkasi. Pola asuh dapat dibagi menjadi uninvolved , authroitive, authoritarian.

Orangtua tidak diharapkan mempunyai pola asuh yang dominan. Pola aush yang terllau indulgent menjadi sang anak manja, kurang dewasa, kurang teratur, egois,mudah menyerah dan tidak disiplin. Hindarilah memaksakan kehendak pada anak, sebaliknaya ajarkan berbagai hal dan kembangkan dialog dengan si kecil.

Berawal dari potensi genetik, asupan nutrisi berkualitas, serta stimulasi yang seimbang akan menjadi kunci keberhasilan pada masa periode kritis anak yang menentukan masa depan. Dengan demikian, anak menjadi lebih mandiri,percaya diri,multitalenta, dan tangguh menghadapi kompetisi.

Sosok inilah yang disebut Generasi Plantinum.  Mereka yang siap menghadapi masa depan dengan bekal fisih sehat dan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual.
Read More

TIPS ANAK YANG SULIT MAKAN

 Beberapa keponakan saya yang memiliki balita, sering mengeluh kepada saya:  “Tante bagaimana nih Icha (anak wanitanya),  ngambek tak mau makan”.    Ceritanya berlanjut, saya sudah mengatasinya dengan berbagai cara loh, tante.  Sebagai contoh, saya telah bawa dia ke restoran yand dia sukai.  Saya suruh dia pilih menu kesukaannya.   Memang saat itu, makannya semangat sekali.    Tapi khan saya bisa bangkrut  jika tiap kali harus masuk ke restoran untuk makan siang, malam tiap hari”, imbuhnya.

            Keluhan tetangga saya,  memiliki seorang balita, lelaki,  Boy berusia 4 tahun.   Bahkan susternya sampai membawa makanan itu ke luar rumah.    Sambil memberikan makan di jalan, Boy mengelilingi kompleks dengan sepedanya.  Setelah makanan habis, barulah mereka pulang ke rumah.

            Teman saya juga jengkel dengan cucunya.  Ketika makanan sudah disuapkan ke mulut si Dera,  makanan itu sama sekali tak dikunyah, tetapi diemut atau didiamkan saja.   Dengan diimingi-imingi akan diajak pergi ke mall, jika selesai makan, dia tetap saja tak bergeming.  Makannya dapat berjam-jam.

            Akhir-akhir ini, banyak masalah mengenai susahnya menghadapi anak balita yang tak mau makan.   Padahal pemerintah sendiri sudah mencanangkan Pekan Sarapan nasionalatau disingkat menjadi Pesan.   Pentingnya sarapan bagi anak-anak untuk menyeimbangkan gizi dalam tubuh kita.Apabila anak susah makan, kita tentunya harus mencari solusi  dalam mencari makanan favorit anak

Berikut ini adalah tips pintar untuk mengatasi susah makan bagi anak anda:
  1. Mengajak anak dengan pendekatan yang sangat baik tanpa paksaan. Menggunakan suara lembuat dan menjelaskan artinya makan untuknya.
  2. Membiarkan anak makan sendiri.  Apabila sudah dapat memegang sendok sendiri, berikan anak makanan yang dapat dipegang atau mudah untuk menyuap sendiri.  Lebih nyaman bagi anak jika diberikan high chair atau kursi khusus anak.
  3. Mengajak anak terlibat dalam cerita, pembicaraan yang dapat dinikmatinya di meja makan.
  4. Melibatkan anak menyiapkan makannya sendiri.  Biasanya anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.  Oleh karena itu dia akan lebih antusias menikmati makanan.
  5. Memberikan variasi makanan, hindari makanan dengan menu yang sama. Dengan bervariasi makanan, menghindarkan anak dari kekurangan zat giti tertentu dan menjadikan anak mengenal beragama makanan, anak tak menyukai satu atau dua jenis makanan saja.
  6. Menyajikan makanan semenarik mungkin, baik dalam bentuk tekstur,rasa, warna.  Gunakan perlengkapan makan dengan bentuk dan warna yang menarik serta berlabel food gradesehingga aman dan tak mencemari makanan bayi.
  7. Memberikan kesempatan anak memilih menu yang disukai. Mengganti dengan yang lain jika ia tak menyukai makanan.   Patut diingat pilihan makanan yang disukainya harus mengandung gizi seimbang.
  8. Makanlah bersama keluarga sesering mungkin. Anak akan melihat orangtuanya makan makanan sehat dan menikmati makanannya sehingga ia mendapat contoh pola makan yang baik dan sehat. Keakraban keluarga juga membuat anak merasa disayangi oleh orangtuanya dan nafsu makannya akan meningkat
  9. Bagi ibu bekerja, pagi hari sungguh hectic. Bersiap diri untuk pergi ke kantor sekaligus menyiapkan segala keperluan suami dan anak, termasuk menyiapkan sarapan. Buatlah makanan sehat  dalam waktu 15 menit karena semua bahan-bahan telah disiapkan satu hari sebelumnya. Selain mudah dan cepat, nilai gizi seperti karbohidrat, protein hewani yang baik untuk pertumbuhan dan produktivitas, protein nabati dan kalsium yang baik untuk tulang dan gigi pun terpenuhi. Yang lebih spesial lagi, aneka sarapan ini menggunakan Honey Mustard. Bukan hanya melengkapi gizi bagi anak-anak Anda, namun juga lebih nikmat.
  10. Dan tak kalah penting, perkembangan otak melalui Seven Seas yang mengandung berbagai macam multi vitamin dari DHA,EP hingga vitamin A, D.
Jadilah pelopor orangtua yang punya solusi cara mengatasi anak susah makan, memberikan kebutuhan nutrisi, gizi dan stimulasi yang seimbang, jangan lupa  Seven Seas!

                                                              


Sumber:  Dono Baswardono Parenting
Read More

PERCAYA DIRI



test test
Read More